CARA MENENTUKAN KEMATANGAN BUAH SAWIT
kelapa sawit akan mulai berbuah mulai usia tanam 2,5 tahun. Dari saat penyerbukan sampai buah matang membutuhkan waktu kurang lebih 5,5bulan. Pemanenan buah dapat dimulai pada umur 31 bulan. Pada saat ini ^0% buah kelapa sawit telah matang dan siap dipanen. Tiap pohon kelapa sawit akan menghasilkanbuah sekitar 20-22 tandan per tahun. Semakin tua umur tanaman, jumlah rata-rata produksi buahnya juga semakin menurun yaitu sekitar 12-14 tandan per tahun. Selain itu, jumlah buah yang terdapat pada satu tandan juga dipengaruhi oleh faktor genetik tanaman,umur,kondisi lingkungan tanaman dan teknik budidaya yang diterapkan. Pada kondisi normal, jumlah rata-rata buah tiap tandan tanaman sawit sekitar 1.600 buah. Untuk mendapatkan rendemen dan kualitas yang tinggi, buah sawit harus dipanen pada saat kematangan optimal jangan dipanen pada saat buah sawit belum buah matang atau sebaliknya dipanen setelah lewat dari masa kematangan/ waktu panen, karena akan mempengaruhi hasil pengolahan buah sawitnya. .
Untuk melihat tingkat kematangan buah sawit, bisa digunakan metode visual dan fisiologi. Metode visual dilakukan dengan cara melihat perubahan warna kulit buah sawit. Yang perlu dicermati yaitu saat warna kulit buah berubah menjadi merah jingga. Sedang metode fisiologi dilakukan dengan cara mengukur kandungan minyak maksimal dan kandungan asam lemak bebas mnimalnya. Untuk melihat kelapa sawit siap panen, dapat pula dilihat dari adanya brondolan buah sawit yang berjatuhan.
Ada beberapa perbedaan ciri dan kriteria tandan buah matang siap panen pada tanaman muda dengan tanaman yang menghasilkan. Pada buah panen perdana kriteria tandan buah matang panen ditunjukkan dari adanya 1-2 brondolan yang berjatuhan. Pada tanaman menghasilkan yang dewasa, cirri tandan buah matang panen ditunjukkan dengan adanya sekitar 5 buah brondolan yang telah lepas dari tandan (untuk berat tandan yang kurang dari 10 kg). Untuk berat tandan yang lebih dari 10 kg ditunjukkan dari jumlah brondolan yang jatuh lebih dari 10 buah.
Cara lain menentukan buah matang siap panen yaitu bila beberapa buah berjatuhan didalam piringan secara alami. Pengamatan biasanya dilakukan di kebun yang mempunyai produktivitas rata-rata tiap tandan seberat 3 kg. Cara lain dapat dilakukan dengan melihat jika tanaman sawit berumur kurang dari 10 tahun, jumlah buah yang berjatuhan kurang dari 10 buah, sedangkan tanaman sawit yang telah berumur lebih 10 tahun, jumlah buah yang berjatuhan sekitar 15-20 .
Untuk mengetahui estimasi rendemen dan kadar asam lemak bebas, terdapat 5 fraksi tandan buah segar dan yang terbaik untuk dipanen adalah fraksi 1, 2 dan 3. Sebagai berikut:
1. Fraksi 00 dengan kriteria : tidak ada brondolan, buah berwarna hitam, tingkat kematangan sangat mentah; .
2. Fraksi 0 dengan kriteria : 1-12,5% buah luar membrondol, buah mentah
3. Fraksi 1 dengan kriteria : 12,5-25% buah luar membrondol, buah kurang matang.
4. Fraksi 2 dengan kriteria :25-50% buah luar membrondol, tingkat kematangan matang 1; .
5. Fraksi 3 dengan criteria 50-75% buah luar membrondol, tingkat kematangan matang 2;
6. Fraksi 4 dengan kriteria : 75-100% buah luar membrondol, tingkat kematangan lewat matang 3;
7. Fraksi 5 dengan kriteria : Buah dalam juga membrondol, ada buah yang busuk. tingkat kematangan lewat matang 4
Jika ketentuan tersebut terpenuhi, yaitu buah yang dipanen hanya yang berfraksi 1-3 maka pengangkutan buah ke pabrik tidak memakan banyak waktu.
Perkembangan buah sawit dari penyerbukan sampai siap panen
1. Proses perkembangan bunga saat berumur 10 hari, ditandai dengan terbukanya seludang bunga. Daging buah belum berkembang, cangkang buah juga belum terbentuk, inti dan embrio juga belum terbentuk;
2. Putik, terlihat jelas setelah perkembangan bunga melewati 1bulan sejak seludang bunga terbuka, terlihat ada calon buah berukuran kecil pada tandan, daging buah terasa lunak dan berair, cangkang berwarna putih dan lembut.
3. Cengkir ialah pertumbuhan dua bulan sejak terbukanya seludang bunga, akan terbentukcengkir, sudah tampak bentuk tandan muda, daging buah berwarna putih kehijauan, cangkang berwarna putih dan sudah mulai mengeras. Bagian inti terasa seperti gel atau jelly dan embrio masih belum tampak jelas;
4. Degan, ialah pertumbuhan tiga bulan sejak terbukanya seludang , masih disebut dengan tandan muda, daging buah berwarna kuning kehijauan, cangkang berwarna coklay muda dank eras, inti mulai terasa padat dan embrio tampak berupa titik putih;
5. Fraksi 00, ialah pertumbuhan empat bulan sejak terbukanya seludang, disebut tandan mentah, daging buah berwarna kuning kemerahan, cangkang berwarna coklat dan terasa keras,inti berwarna putih dan terasa keras, embrio sudah terbentuk jelas dengan diameter 3,5 mm
6. Fraksi 0, ialah perkembangan 5 bulan sejak terbukanya seludang, sudah terlihat tanda-tanda tandan matang, daging buah berwarna merah kekuningan, cangkang berwarna coklat tua dan terasa keras, inti berwarna putih dan terasa keras,embrio tumbuh normal berukuran 3,5 mm.
Demikian artikel yang dapat dibagikan semoga bermanfaat untuk bahan refrensi dan bisa diterapakan dalam bertani..

Comments
Post a Comment